Kalselinside.com — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan kesiapannya untuk mengawal secara ketat pelaksanaan program Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Langkah ini diambil guna mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menurunkan angka stunting di seluruh wilayah Kalsel.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan Komisi I DPRD Kalsel usai menggelar rapat kerja bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel pada Selasa (28/7) siang di Banjarmasin.
Pilot Project Posyandu 6 SPM di Kabupaten Banjar
Transformasi Posyandu 6 SPM di Kalimantan Selatan saat ini telah mulai direalisasikan melalui kehadiran proyek percontohan atau pilot project. Proyek percontohan ini bertempat di Kabupaten Banjar, tepatnya di dua desa yaitu Desa Pasar Jati yang berada di Kecamatan Astambul dan Desa Jambu Burung di Kecamatan Beruntung Baru.
Komisi I DPRD Kalsel memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang terjalin antarinstansi dalam mewujudkan proyek percontohan tersebut. Keberadaan dua desa percontohan ini diharapkan mampu menjadi acuan ideal bagi desa-desa lainnya di Kalimantan Selatan dalam mengimplementasikan pelayanan posyandu yang sesuai standar.
Penguatan Kapasitas Kader Posyandu di Lapangan
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel selaku pimpinan rapat, Habib Hamid Bahasyim, menekankan pentingnya penguatan kapasitas para kader posyandu di lapangan. Kader posyandu dinilai memiliki peran yang sangat krusial sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat desa.
Habib Hamid Bahasyim menegaskan bahwa pembinaan terhadap Posyandu 6 SPM harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Pembinaan yang konsisten dipandang perlu agar para kader memiliki kesiapan dan kemampuan optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat setempat.
Mendukung Program Strategis Nasional Menekan Stunting
Langkah pengawalan program ini juga dinilai sejalan dengan agenda prioritas di tingkat nasional. Hamid mengungkapkan bahwa program Posyandu 6 SPM merupakan salah satu program strategis presiden yang difokuskan untuk menekan angka kasus stunting di Indonesia.
Oleh karena itu, penyelarasan antara program di tingkat daerah dan kebijakan pemerintah pusat harus dikawal oleh seluruh pemangku kepentingan. Keberhasilan transformasi Posyandu 6 SPM menjadi kunci utama dalam mencetak generasi muda Kalsel yang sehat serta bebas dari masalah gizi buruk.


