Kalselinside.com — Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tengah melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan penyelenggaraan statistik sektoral. Upaya ini dilakukan sebagai fondasi utama dalam merancang program pembangunan yang berbasis data, sehingga setiap kebijakan yang diambil nantinya benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Perubahan paradigma dalam pengelolaan informasi menjadi kunci utama dalam inisiatif ini. Pemerintah kota kini menekankan bahwa data tidak lagi sekadar tumpukan angka untuk laporan administratif, melainkan sebuah instrumen krusial dalam pengambilan keputusan strategis. Dengan data yang valid, pemerintah dapat memetakan permasalahan secara presisi, menentukan skala prioritas, serta mengevaluasi efektivitas setiap hasil pembangunan secara objektif.

“Kita harus mengubah cara pandang dari data untuk laporan menjadi data untuk keputusan,” ujar Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda.

Langkah ini menuntut peran aktif dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, menegaskan bahwa pengelolaan data tidak boleh berhenti pada tahap pengumpulan saja. Setiap instansi memiliki tanggung jawab untuk menganalisis data sesuai dengan bidang tugas masing-masing agar informasi tersebut memiliki nilai guna yang tinggi bagi masyarakat.

Integrasi Data untuk Perencanaan yang Lebih Efektif

Melalui penguatan statistik sektoral, diharapkan terjadi integrasi data di seluruh perangkat daerah. Dengan menggunakan basis data yang sama, sinkronisasi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, hingga tahap evaluasi dapat berjalan lebih efisien. Hal ini akan meminimalisir tumpang tindih program dan memastikan anggaran daerah dialokasikan pada sektor-sektor yang paling membutuhkan intervensi pemerintah.

Penggunaan data terintegrasi juga memungkinkan pemerintah menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar terkait efektivitas pembangunan. Pertanyaan seperti persoalan mana yang paling mendesak, siapa kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan, serta di mana lokasi intervensi yang paling tepat, kini dapat dijawab dengan bukti data yang lebih konkret dan akuntabel.

Kolaborasi untuk Masa Depan Digital

Selain memperkuat peran perangkat daerah, pemerintah setempat juga mulai menjajaki kolaborasi dengan pihak luar, termasuk perguruan tinggi dan generasi muda. Inisiatif seperti Banjarmasin Datathon 2026 menjadi salah satu wujud nyata keterlibatan publik dalam mengolah data perkotaan. Melalui ajang tersebut, para peserta didorong untuk mengubah data mentah menjadi analisis yang relevan dalam memecahkan berbagai persoalan di wilayah perkotaan.

Pada akhirnya, kesuksesan pengelolaan statistik sektoral di Banjarmasin tidak diukur dari seberapa besar volume data yang terkumpul. Indikator keberhasilan utama terletak pada sejauh mana data tersebut mampu membantu pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang berkualitas serta pembangunan infrastruktur maupun sosial yang memang dibutuhkan oleh warga kota. Dengan pendekatan berbasis data ini, pemerintah optimis bahwa dampak nyata pembangunan akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat Banjarmasin.