Kalselinside.com — Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengambil langkah cepat dan taktis dengan mengerahkan empat personel penyelamat bersertifikasi khusus untuk memperkuat proses pencarian korban kecelakaan kapal motor (KM) Virgo Transport 8. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dari tanggung jawab kemanusiaan serta kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mendukung operasi penyelamatan darurat di wilayah perairan Kalimantan Selatan.
Keempat personel yang dikirimkan tersebut merupakan anggota pilihan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banjar. Mereka kini telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dan langsung bergabung dengan tim Search and Rescue (SAR) gabungan guna mengoptimalkan pencarian korban dari kapal yang terbalik saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut.
Kronologi dan Lokasi Pencarian Korban
KM Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami musibah hingga terbalik di tengah rute pelayaran krusial antarpulau tersebut. Mengingat medan kecelakaan berada di wilayah perairan terbuka, proses pencarian membutuhkan penanganan teknis yang sangat spesifik di bawah permukaan air guna menyisir keberadaan korban yang diduga masih terjebak di sekitar badan kapal atau terbawa arus laut yang dinamis.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, mengonfirmasi pengerahan personel tersebut langsung dari Martapura pada hari Minggu. Menurut penjelasannya, penugasan personel ini disesuaikan dengan kompetensi teknis yang mereka miliki agar dapat langsung berintegrasi dengan pola pencarian yang diterapkan oleh tim SAR gabungan di lokasi kejadian.
Kompetensi Khusus dan Prosedur Keselamatan Penyelam
Anggota yang diterjunkan dalam misi penyelamatan ini dibekali dengan keahlian khusus yang telah teruji. Mereka memiliki kompetensi serta sertifikasi resmi di bidang Water Rescue dan penyelaman bawah air. Kualifikasi ini dinilai sangat krusial karena pencarian di kedalaman air memerlukan pemahaman mendalam mengenai navigasi bawah air, manajemen oksigen, serta ketahanan fisik terhadap tekanan arus laut.
Meskipun fokus utama adalah menemukan korban secepat mungkin, Agus Siswanto mengingatkan agar aspek keselamatan tim penyelamat tidak boleh diabaikan. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan di lapangan harus dilaksanakan secara disiplin, terukur, dan selalu berpegang teguh pada standar operasional prosedur (SOP) penyelamatan demi menghindari risiko fatal bagi para petugas yang bertugas.
Sinergi dan Kolaborasi Lintas Instansi
Operasi SAR untuk KM Virgo Transport 8 ini menjadi momentum penting yang memperlihatkan sinergi kuat lintas instansi. Pencarian ini melibatkan unsur dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga relawan masyarakat. Pihak Damkarmat Banjar mengapresiasi kerja keras seluruh elemen tersebut dan menyatakan kesiapan untuk terus memberikan dukungan penuh sesuai batas kewenangan dan kapasitas yang mereka miliki.
Melalui kolaborasi yang erat dan pengerahan tenaga ahli yang kompeten, diharapkan seluruh korban kecelakaan kapal ini dapat segera ditemukan dan dievakuasi dengan baik. Kehadiran personel penyelamat bersertifikasi dari daerah ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan bencana memerlukan kontribusi aktif dari seluruh lapisan demi kemanusiaan dan keselamatan bersama di wilayah perairan Indonesia.


