Kalselinside.com — Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menyalurkan bantuan berupa tandon air berkapasitas 1.200 liter kepada masyarakat di Desa Bulayak, Kecamatan Hantakan. Inisiatif ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian nyata kepolisian terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih yang krusial bagi kehidupan sehari-hari warga setempat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bantuan tandon air tersebut merupakan wujud perhatian langsung dari Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, yang ingin memastikan ketersediaan sarana penyimpanan air yang memadai di wilayah tersebut. Penempatan tandon dilakukan di lokasi strategis yakni di RT 01 Desa Bulayak, agar akses warga untuk mendapatkan air bersih menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Sinergi Gotong Royong dalam Pemasangan

Proses pemasangan tandon air tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui kerja sama gotong royong yang melibatkan personel Polsek Hantakan, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Kehadiran pihak kepolisian di tengah warga dalam kegiatan fisik ini menunjukkan kedekatan institusi keamanan dengan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi di tingkat desa.

Kapolsek Hantakan, Ipda Edy Fitriadi, mengungkapkan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam proses pemasangan bertujuan agar sarana tersebut bisa segera dioperasikan. Dengan pemasangan yang dilakukan bersama-sama, tandon air tersebut dipastikan dapat langsung dimanfaatkan oleh warga untuk menampung air demi keperluan domestik seperti memasak, mandi, dan mencuci.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Penyediaan infrastruktur sederhana seperti tandon air memiliki dampak signifikan bagi kesejahteraan warga, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan air di wilayah yang mungkin memiliki tantangan akses air bersih. Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat Desa Bulayak dalam menghadapi kendala ketersediaan air harian yang sering kali menjadi masalah mendasar di banyak wilayah pedesaan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa bantuan ini merupakan salah satu bentuk implementasi perhatian Polri terhadap problematika masyarakat di lapangan. Harapannya, tandon air berkapasitas 1.200 liter tersebut dapat dirawat dengan baik oleh warga secara kolektif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan menjadi modal sosial yang kuat untuk terus melakukan aksi-aksi positif bagi lingkungan sekitar di masa mendatang.