Kalselinside.com — Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, segera menanggapi kesulitan air bersih yang dialami warganya. Pada hari Selasa, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, secara langsung memimpin distribusi lima tangki air bersih ke masyarakat di Jalan Kuranji, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin. Aksi cepat tanggap ini dilakukan menyusul banyaknya aduan dari warga yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air akibat dampak kekeringan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kawasan Jalan Kuranji menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah, di mana sebagian sumur milik warga dilaporkan mengering. Meskipun demikian, Lisa Halaby menjelaskan bahwa tidak semua sumur mengalami kekeringan total, ada sebagian yang masih dapat digunakan. Namun, bagi mereka yang sumurnya mengering, ketersediaan air bersih menjadi sangat krusial, dan Pemkot Banjarbaru hadir untuk memastikan kebutuhan dasar tersebut terpenuhi.

Respons Cepat dan Upaya Kolaboratif Pemkot Banjarbaru

Distribusi air bersih di permukiman warga Kelurahan Guntung Manggis ini menandai titik ke-54 penyaluran yang telah dilakukan oleh Pemkot Banjarbaru dalam menghadapi dampak kekeringan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penanganan kekeringan adalah prioritas berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah. Setiap aduan masyarakat yang masuk langsung direspons dengan tindakan nyata.

“Lokasi ini sudah titik ke-54 untuk titik pendistribusian, sebelumnya 53 titik dan ini bertambah lagi berdasarkan aduan dari masyarakat. Kita langsung memberikan dan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang kesulitan air bersih,” ungkap Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby.

Wali Kota Lisa Halaby juga menekankan bahwa penanganan dampak kekeringan membutuhkan sinergi dari seluruh pihak. Kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Banjarbaru dengan TNI dan Polri menjadi kunci keberhasilan upaya ini. Sebelumnya, Pemkot Banjarbaru juga telah mendapatkan dukungan signifikan dari TNI AU dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.

“Alhamdulillah kami juga berkolaborasi dan bersinergi dengan TNI-Polri. Kemarin TNI AU juga memberikan distribusi air bersih untuk masyarakat. Tentunya kita harus bergotong royong menghadapi kekeringan yang terjadi di lingkungan masyarakat,” tegas Lisa.

Pemantauan Kesehatan dan Komitmen Berkelanjutan

Selain fokus pada penyaluran air bersih, Wali Kota Erna Lisa Halaby bersama tim medis juga turun tangan memantau kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak kekeringan. Tim medis secara khusus memantau warga, termasuk mereka yang mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program homecare. Ini adalah langkah proaktif untuk mencegah potensi masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat kesulitan akses air bersih.

Dari hasil pemantauan sementara yang dilakukan oleh tim medis, belum ditemukan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan serius seperti diare, yang seringkali berkaitan erat dengan kondisi kekeringan dan sanitasi buruk. Wali Kota berharap agar seluruh masyarakat tetap dalam kondisi sehat. Pemkot Banjarbaru memastikan bahwa respons terhadap kebutuhan air bersih akan terus dilakukan secara berkelanjutan, didasarkan pada laporan dan aduan masyarakat, serta diperkuat oleh kolaborasi dengan berbagai unsur terkait untuk membantu warga menghadapi dampak kekeringan.

Upaya responsif dan kolaboratif dari Pemerintah Kota Banjarbaru ini menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi dan melayani warganya, terutama di tengah tantangan kekeringan. Dengan distribusi air bersih yang terkoordinasi dan pemantauan kesehatan yang proaktif, diharapkan masyarakat Banjarbaru dapat melewati masa sulit ini dengan lebih baik, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan kesehatan tetap terjaga.

Reporter / Penulis: Alamsyah  |  Editor: Dinda Apriani