Kalselinside.com — Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) secara resmi mengambil alih penyelidikan kasus tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Peristiwa nahas yang terjadi pada Minggu (13/9) tersebut menarik perhatian publik secara nasional karena melibatkan ratusan penumpang serta mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Sebelumnya, tim Subdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Kalimantan Selatan telah melakukan serangkaian langkah awal penyelidikan atas perintah Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. Namun, mempertimbangkan skala kasus yang luas dan melibatkan korban dari berbagai daerah, Mabes Polri memutuskan untuk mengambil alih seluruh proses tindak lanjut perkara tersebut.
Kronologi dan Data Penumpang Kapal
KM Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan tujuan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal tersebut membawa total 243 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal. Selain manusia, kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan.
Data manifes mencatat rincian penumpang sebagai berikut:
- 59 penumpang dewasa
- 1 penumpang anak
- 126 sopir dan kernet
- 27 pengikut atau mitra kerja kapal
- 30 kru kapal
Dampak dan Status Pencarian Korban
Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang tersebar di berbagai provinsi, terutama Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. Fokus utama pihak kepolisian dan tim SAR saat ini adalah menuntaskan proses pencarian yang masih berlangsung.
Hingga Kamis malam, otoritas terkait mencatat sebanyak 108 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 42 orang dinyatakan meninggal dunia. Tantangan besar masih dihadapi tim di lapangan karena hingga saat ini, masih terdapat 93 korban yang belum ditemukan dan terus dalam upaya pencarian intensif.
Harapan dan Tindak Lanjut Penegakan Hukum
Pelimpahan kasus ini ke Mabes Polri diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum bagi para keluarga korban serta mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal secara lebih mendalam. Koordinasi antarwilayah yang dilakukan Mabes Polri menjadi krusial mengingat luasnya cakupan daerah asal para korban. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi terkait perkembangan proses evakuasi maupun penyelidikan yang sedang berlangsung.


