Kalselinside.com — Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengambil langkah preventif dengan menyiapkan kontainer pendingin khusus untuk menampung jenazah korban kapal KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut sebelumnya mengalami musibah tenggelam di perairan Laut Jawa, dan langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan jika proses evakuasi lanjutan berhasil menemukan korban lainnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Khamid, menegaskan bahwa penggunaan kontainer pendingin sangat krusial dalam situasi ini. Fasilitas tersebut diperlukan untuk menyimpan jenazah dalam jumlah banyak secara aman, sekaligus memperlambat proses pembusukan alami agar kondisi jenazah tetap terjaga selama menunggu proses identifikasi lebih lanjut maupun penyerahan kepada pihak keluarga.

Kesiapan Sarana Evakuasi dan Penanganan Korban

Pihak kepolisian bersama seluruh unsur terkait telah melaksanakan rapat koordinasi intensif untuk memastikan kesiapan operasional di lapangan. Seluruh pihak sepakat untuk terus bersiaga dalam mengantisipasi proses evakuasi lanjutan bagi korban yang masih dinyatakan hilang. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 126 orang yang belum ditemukan.

Selain fasilitas penyimpanan jenazah, kesiapan logistik transportasi juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 28 unit ambulans dari berbagai rumah sakit rujukan telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi. Ambulans-ambulans tersebut akan bertugas mengangkut korban dari pelabuhan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk pemeriksaan medis dan identifikasi, hingga nantinya membantu proses kepulangan jenazah ke daerah asal masing-masing.

Data Terkini Pencarian Korban KM Virgo

Berdasarkan data manifes kapal, KM Virgo membawa total 243 orang saat musibah terjadi. Hingga laporan terakhir yang dikonfirmasi oleh Basarnas, sebanyak 117 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara sembilan orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Proses identifikasi terhadap korban yang ditemukan terus berjalan secara simultan melalui tim Disaster Victim Identification (DVI). Pihak berwenang berharap seluruh persiapan infrastruktur dan koordinasi antarinstansi ini dapat memperlancar proses penanganan korban, baik bagi mereka yang selamat maupun bagi keluarga korban yang berduka, sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan tertib dan manusiawi hingga seluruh pencarian tuntas.