Kalselinside.com — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat di Provinsi Kalimantan Timur secara resmi meminta seluruh perusahaan swasta yang beroperasi di wilayahnya untuk turut aktif membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Langkah koordinasi ini diambil mengingat petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta relawan di lapangan kerap menghadapi keterbatasan sarana maupun personel ketika titik api meluas secara bersamaan di berbagai lokasi.
Keterlibatan dunia usaha dinilai menjadi salah satu kunci penting agar pemadaman api dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh. Penanganan titik panas yang terlambat dipadamkan tidak hanya merusak keanekaragaman hayati dan kawasan hutan, tetapi juga memicu gangguan asap pekat yang membahayakan kesehatan serta aktivitas ekonomi masyarakat di Kutai Barat.
Dorongan Kepedulian Lingkungan di Luar Wilayah Operasional
Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, menyatakan bahwa peran perusahaan swasta tidak boleh hanya terbatas pada menjaga area konsesi atau kawasan operasional masing-masing. Pihak manajemen perusahaan juga diminta menunjukkan tanggung jawab sosial dan kepedulian lingkungan dengan ikut mengerahkan sumber daya ketika kebakaran terjadi di kawasan sekitar yang berdekatan dengan konsesi mereka.
Menurut Nanang, situasi di lapangan menunjukkan bahwa petugas pemadam dari BPBD dan unsur lainnya sering kali kewalahan karena medan yang luas dan keterbatasan armada pemadaman. Oleh karena itu, sinergi bersama antara pemerintah daerah dan korporasi sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekurangan tersebut secara gotong royong.
Nanang juga mengingatkan agar kewaspadaan internal perusahaan ditingkatkan di tengah tingginya potensi karhutla. Pengawasan ketat pada area kerja masing-masing mutlak dilakukan agar kawasan operasional mereka tidak menjadi titik awal kemunculan api yang kemudian menjalar ke perkebunan warga maupun hutan lindung.
Penguatan Armada Pemadam hingga Tingkat Kecamatan
Guna memaksimalkan daya jangkau pemadaman, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga menambah alokasi fasilitas penanganan karhutla yang ditempatkan langsung di garda terdepan, yakni di tingkat kecamatan. Penguatan ini bertujuan memangkas waktu tanggap darurat saat laporan kebakaran pertama kali diterima dari masyarakat.
Fasilitas tambahan yang dikerahkan mencakup kendaraan operasional bertipe slip on untuk lima kecamatan, 16 unit sepeda motor trail untuk menembus jalur terjal dan terpencil, serta tujuh unit mesin pompa apung. Seluruh peralatan pendukung tersebut disalurkan untuk memperkuat kesiapan petugas dan relawan di masing-masing wilayah.
Nanang menegaskan bahwa pengadaan sarana dan prasarana penunjang ini merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mengendalikan bencana karhutla secara optimal. Dengan adanya penguatan armada di tingkat kecamatan, penanganan dini dapat dilakukan sebelum api membesar dan meluas ke area yang lebih sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam berukuran besar.
Dukungan Peralatan Teknis dan Perlindungan Petugas Lapangan
Selain memperkuat kapasitas armada daerah, Pemkab Kutai Barat turut mengapresiasi kontribusi nyata dari sektor swasta yang telah menyalurkan bantuan operasional. Salah satu dukungan datang dari PT Barinto Ekatama yang menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan karhutla langsung kepada pemerintah daerah melalui BPBD Kutai Barat.
Kepala Teknik Tambang PT Barinto Ekatama, Iman Mandiri, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyalurkan tujuh set pompa pemadam portabel. Penyaluran peralatan teknis ini dilakukan setelah perusahaan berkoordinasi intensif dengan BPBD guna memetakan kebutuhan mendesak yang diperlukan para petugas di lapangan.
Setiap paket pompa portabel yang diserahkan telah dilengkapi dengan mesin pompa, selang penyedot air, selang pemadam, nozzle semprot, hingga tandon penampung air fleksibel yang siap diangkut menggunakan kendaraan operasional. Tidak hanya perlengkapan teknis pemadam, perusahaan juga menyuplai alat pelindung diri berupa sepatu keselamatan dan masker respirator untuk melindungi saluran pernapasan petugas dari bahaya paparan asap tebal.
Jangkauan Wilayah Penanganan dan Pemenuhan Logistik
Bantuan peralatan teknis pemadam tersebut difokuskan untuk memperkuat penanganan karhutla di sejumlah titik rawan, antara lain di Kecamatan Damai, khususnya Kampung Besiq dan Kampung Bermai. Bantuan operasional serupa juga diarahkan untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah perbatasan, meliputi kawasan Benangin 1, Benangin 2, dan Benangin 5 yang berada di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Selain tujuh unit pompa dan tandon air, PT Barinto Ekatama saat ini juga tengah menyelesaikan pengadaan alat pemadam manual berupa sekop dan gepyok api. Peralatan manual ini dinilai sangat efektif untuk mematikan sisa bara api di lahan gambut atau semak belukar yang sulit dijangkau pasokan air dalam jumlah besar.
Sebelumnya, dukungan logistik juga telah disalurkan secara berkala untuk menjaga ketahanan fisik petugas pemadam di garis depan. Pasokan logistik tersebut mencakup vitamin, obat-obatan darurat, makanan siap saji, serta air mineral. Pemenuhan logistik dan alat pelindung diri diharapkan dapat meminimalkan risiko kesehatan bagi petugas lapangan yang setiap hari berjibaku memadamkan api di tengah kepungan asap.


