Kalselinside.com — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan, H Kartoyo, mengajak masyarakat di provinsinya untuk senantiasa menghidupkan serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran ideologis tersebut dinilai sangat mendasar untuk memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian sosial, dan memelihara budaya gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kartoyo saat menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Melalui forum edukasi ini, masyarakat diberikan pemahaman mendalam mengenai kedudukan Pancasila sebagai panduan moral dan pedoman hidup bersama.
Wujud Nyata Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Kartoyo menekankan bahwa pemahaman terhadap ideologi bangsa tidak boleh berhenti sebatas teori, hafalan, atau wacana semata. Menurut politikus dari Partai NasDem tersebut, pengamalan Pancasila menuntut adanya bukti konkret berupa sikap, tindakan, dan perilaku terpuji yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.
“Membangun kesadaran masyarakat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari penting,” ujar Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H Kartoyo.
Ia memaparkan bahwa salah satu bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai ideologi bangsa adalah tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan dan sesama warga. Sikap saling mengingatkan, bersedia membantu sesama yang membutuhkan, serta menjaga kepentingan bersama merupakan wujud nyata dari semangat persatuan yang harus terus dipelihara dari generasi ke generasi.
Penerapan Sila Ketiga dalam Kesiapsiagaan Bencana Karhutla
Penerapan nilai kebangsaan menemukan relevansinya ketika masyarakat dihadapkan pada ancaman nyata di lingkungan sekitar, salah satunya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kartoyo mengapresiasi tingginya antusiasme serta semangat gotong royong masyarakat Desa Madang yang tetap solid dan menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi potensi gangguan lingkungan tersebut.
Menurutnya, kesiapsiagaan warga secara mandiri dan bersama-sama merupakan cerminan nyata dari pengamalan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Kebersamaan dalam menjaga ruang hidup menjadi benteng utama dalam mencegah kerusakan alam yang lebih parah.
“Sikap saling mengingatkan, saling peduli, dan bergotong royong menjadi bagian penting dalam upaya mencegah karhutla. Dengan membangun kesadaran bersama, lingkungan dapat terjaga sehingga keamanan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat juga dapat terlindungi,” jelas Kartoyo.
Melalui kebersamaan ini, beban menghadapi ancaman bencana kabut asap dapat dipikul secara kolektif, sehingga kesehatan masyarakat dan kelestarian ekosistem di daerah dapat terlindungi dengan optimal.
Sinergi Bersama Babinsa dan Aksi Nyata Bagi Kesehatan
Apresiasi terhadap pelaksanaan sosialisasi ideologi ini turut diutarakan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Madang, M. Sukarno. Pihaknya menyambut baik langkah wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel IV—yang mencakup Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah—dalam memberikan pemahaman langsung kepada warga desa.
Sukarno menuturkan bahwa pembekalan serta edukasi mengenai pencegahan karhutla, tata cara menjaga kesehatan diri di tengah kabut asap, dan peningkatan sikap siap siaga telah rutin disosialisasikan. Adanya penguatan wawasan kebangsaan ini dinilai semakin memantapkan kesiagaan warga di lapangan sesuai dengan nilai persatuan.
Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap risiko penurunan kualitas udara akibat kabut asap karhutla, kegiatan tersebut diakhiri dengan aksi sosial pembagian masker. Kartoyo membagikan masker secara langsung kepada para peserta sosialisasi serta warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan guna mengantisipasi gangguan kesehatan pernapasan.
Kegiatan Sosrev bagi pimpinan dan anggota DPRD Kalsel ini merupakan agenda kedewanan yang terjadwal dalam dua gelombang pelaksanaan, yakni 24–26 September dan 27–29 September 2026. Melalui kegiatan berkala ini, nilai-nilai Pancasila diharapkan terus terinternalisasi dalam diri masyarakat, sehingga mampu melahirkan lingkungan warga yang saling peduli dan teguh menjaga keutuhan persatuan dari tingkat desa.


