Kalselinside.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis yang diambil oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat. Upaya penataan kurikulum berbasis Outcome-Based Education atau OBE ini dinilai sebagai langkah maju untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja modern yang terus berubah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel. Beliau menyampaikan pandangan tersebut dalam acara lokakarya penataan kurikulum berbasis OBE yang berlangsung di salah satu hotel di Banjarmasin pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Kurikulum Berorientasi Capaian dan Tantangan Era Digital

Penataan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran ini dipandang sangat krusial oleh berbagai pihak. Langkah ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan kompetensi nyata yang sangat dibutuhkan, baik oleh instansi pemerintah maupun sektor industri swasta. Terlebih lagi, dinamika bidang kehumasan dan pengelolaan media digital saat ini terus berkembang pesat seiring kemajuan teknologi informasi.

Dalam sambutannya, Rusma mengharapkan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP ULM tidak sekadar mumpuni dalam hal teori akademik di dalam kelas. Lebih dari itu, mereka dituntut memiliki keterampilan praktis yang kuat dan siap diterapkan secara langsung begitu memasuki lingkungan kerja profesional yang serba cepat.

Meskipun teknologi digital berkembang pesat, kemampuan menulis tetap diidentifikasi sebagai kompetensi dasar yang tidak boleh ditinggalkan oleh praktisi komunikasi. Keahlian ini mencakup penyusunan siaran pers yang informatif, penyusunan naskah sambutan pimpinan, hingga pembuatan bahan paparan yang menarik. Selain itu, kemampuan menyederhanakan isu-isu yang rumit menjadi informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat umum juga menjadi poin penting.

“Kemampuan menulis tetap menjadi dasar. Mereka diharapkan mampu menyusun siaran pers, naskah sambutan pimpinan, bahan paparan pimpinan, serta memiliki kecakapan mengubah persoalan yang rumit menjadi kalimat yang jelas dan tepat,” ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin.

Di samping kemampuan menulis tradisional, penguasaan konten digital juga menjadi sorotan utama dalam kurikulum baru ini. Mahasiswa masa kini dituntut untuk terampil memproduksi foto jurnalistik, membuat video pendek yang kreatif untuk berbagai platform, serta menguasai dasar-dasar desain grafis. Pengelolaan media sosial secara efektif dan memiliki kepekaan sosial dalam memitigasi situasi krisis komunikasi juga menjadi aspek penilaian penting bagi calon lulusan.

Dunia kerja saat ini menuntut para profesional komunikasi untuk mampu bekerja dengan ritme yang cepat tanpa mengorbankan kualitas hasil akhir. Oleh karena itu, para calon sarjana ilmu komunikasi harus mulai dibiasakan untuk bekerja di bawah tekanan tenggat waktu yang ketat dengan hasil kerja yang tetap terjaga mutunya secara konsisten.

Komitmen FISIP ULM Terhadap Kebutuhan Mutlak Akademik

Menanggapi hal tersebut, pihak akademisi FISIP ULM menyetujui bahwa penerapan kurikulum OBE sudah tidak bisa ditunda lagi demi masa depan mahasiswa. Pendekatan ini merupakan respons aktif institusi pendidikan tinggi dalam menyikapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat di berbagai sektor kehidupan.

“Penerapan kurikulum Outcome-Based Education atau OBE ini adalah sebuah keharusan, sebuah kebutuhan yang mutlak,” tutur Wakil Dekan I FISIP ULM, Muhammad Hasanur Arifin.

Penerapan metode OBE menggeser fokus pembelajaran konvensional yang selama ini diterapkan. Jika sebelumnya proses belajar mengajar cenderung berpusat pada materi yang disampaikan oleh dosen di kelas, kini fokus beralih pada kompetensi konkret yang berhasil dikuasai dan dipraktikkan oleh mahasiswa setelah mereka menyelesaikan masa studi.

Melalui restrukturisasi kurikulum ini, Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP ULM, baik untuk jenjang sarjana maupun diploma, berkomitmen penuh untuk menyelaraskan Capaian Pembelajaran Lulusan dengan dinamika industri. Hal ini dilakukan agar keilmuan yang diajarkan di kampus tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

Untuk menyempurnakan rancangan kurikulum tersebut, pihak universitas juga membuka ruang diskusi yang luas bagi para pemangku kepentingan yang hadir dalam lokakarya tersebut. Masukan konstruktif dari perwakilan instansi pemerintah dan pelaku industri sangat diharapkan guna menghasilkan draf kurikulum yang komprehensif dan aplikatif.

Kolaborasi yang erat antara dunia akademis, pemerintah daerah, dan sektor industri diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul di Kalimantan Selatan. Dengan demikian, lulusan Ilmu Komunikasi FISIP ULM ke depan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif, kompeten, dan siap menjawab tantangan riil di dunia kerja era digital.