Kalselinside.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bergerak cepat dengan memulai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Lampung pada April 2027 mendatang. Langkah awal ini diambil sebagai strategi penting untuk mempertahankan prestasi gemilang Kalsel yang sukses menyabet gelar juara umum pada edisi Porwanas sebelumnya.
Keputusan untuk memulai persiapan lebih awal ini disepakati dalam rapat pleno pengurus yang berlangsung di Gedung PWI Kalsel, Banjarmasin, pada Rabu (7/10/2026). Rapat tersebut secara khusus membahas berbagai agenda strategis organisasi, dengan fokus utama menyusun peta jalan kontingen wartawan olahraga Kalsel agar tampil maksimal di Lampung.
Tahapan Pendataan Atlet oleh SIWO Kalsel
Ketua PWI Provinsi Kalsel, Zainal Helmie, menegaskan bahwa persiapan matang sejak jauh-jauh hari sangat krusial bagi kontingen. Melalui persiapan yang lebih panjang, diharapkan koordinasi antar-atlet wartawan dapat berjalan lebih solid dan program latihan mandiri maupun terpusat bisa terlaksana secara optimal sebelum kompetisi dimulai.
“Yang terpenting adalah Porwanas. Hari ini kita tetap PWI Kalimantan Selatan menyiapkan mulai awal untuk atlet,” ujar Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie.
Sebagai langkah konkret, proses pendataan calon atlet yang potensial kini telah mulai berjalan. Tugas krusial ini didelegasikan kepada Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kalsel yang dikoordinasikan langsung oleh Irwansa. Tim SIWO bertugas menjaring nama-nama wartawan anggota PWI Kalsel yang aktif dan memiliki kompetensi di berbagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Setelah tahap pendataan awal selesai, PWI Kalsel akan menyusun rangkaian jadwal persiapan yang sistematis. Program ini nantinya akan mengerucut pada pelaksanaan seleksi akhir untuk menentukan komposisi final kontingen yang akan diberangkatkan ke Lampung. Proses penyaringan ini dipastikan akan berjalan ketat guna menjamin kualitas atlet yang dikirim.
Seleksi Akhir Melalui Pekan Olahraga Wartawan Daerah
Menurut rencana yang telah disusun, seleksi akhir bagi para atlet wartawan Kalsel akan diselenggarakan pada Januari 2027. Proses seleksi pamungkas ini akan dikemas dalam ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwarda) Kalsel. Ajang daerah ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana seleksi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memantapkan kekompakan tim.
“Seleksi terakhir nanti di Januari. Ada Pekan Olahraga Wartawan Daerah untuk memantapkan atlet yang berangkat ke Porwanas Lampung pada April 2027,” jelas Zainal Helmie.
Zainal menambahkan bahwa status sebagai juara umum bertahan membawa tanggung jawab moral bagi PWI Kalsel untuk kembali menyuguhkan performa terbaik. Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan calon atlet bahwa prestasi olahraga bukanlah satu-satunya fokus. Nilai kebersamaan, sportivitas, dan solidaritas antar-wartawan tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga selama masa persiapan hingga pelaksanaan event nasional tersebut.
Penyesuaian Cabang Olahraga dan Anggaran Daerah
Mengenai cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti, PWI Kalsel pada dasarnya menargetkan untuk berpartisipasi di seluruh nomor yang dipertandingkan di Porwanas Lampung 2027. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan peluang perolehan medali di berbagai lini. Meski begitu, jumlah personel dan kuota atlet yang diberangkatkan nantinya akan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran daerah.
PWI Kalsel berencana menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terkait dukungan dana hibah untuk keberangkatan kontingen ini. Masalah anggaran ini menjadi salah satu poin evaluasi penting dari keikutsertakan Kalsel pada ajang Porwanas periode sebelumnya, sehingga manajemen kontingen kali ini akan dibuat lebih efisien dan tepat sasaran.
Berbeda dengan perhelatan sebelumnya di mana Kalsel dapat mengirimkan rombongan besar termasuk banyak atlet cadangan, untuk tahun 2027 mendatang jumlah kontingen akan disesuaikan secara ketat dengan kuota resmi masing-masing cabang olahraga. Langkah rasionalisasi ini diambil demi memastikan efektivitas anggaran tanpa mengurangi semangat juang para atlet untuk mempertahankan supremasi juara umum di tingkat nasional.


