Kalselinside.com — Menjelang peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, sinergi antara unsur pemerintah, kepolisian, dan TNI diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Fokus utama kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan terjaga, terutama di area fasilitas publik yang sering digunakan masyarakat untuk beribadah.
Kegiatan bakti religi yang dilaksanakan pada Jumat pagi ini menjadi langkah awal dari rangkaian persiapan menyambut usia emas setengah milenium kota tersebut. Lokasi yang dipilih adalah kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Antasan Besar, Banjarmasin Tengah, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.
Sinergi Tiga Pilar untuk Lingkungan
Kolaborasi yang melibatkan Polsek Banjarmasin Tengah, Koramil 1007-03/BBT, serta Pemerintah Kecamatan Banjarmasin Tengah ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap fasilitas umum. Kapolsek Banjarmasin Tengah, AKP Bimasa Zebua, menjelaskan bahwa momentum ulang tahun kota seharusnya diisi dengan kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi kenyamanan warga.
“Kami ingin momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung, salah satunya menjaga kebersihan lingkungan rumah ibadah,” ujar AKP Bimasa Zebua.
Menurutnya, menjaga kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan saja. Diperlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat dan unsur pemerintahan agar lingkungan tetap terawat secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif warga akan pentingnya kebersihan kota.
Membangun Kepedulian Masyarakat
Camat Banjarmasin Tengah, Herman Hidayatullah, turut hadir dan menegaskan bahwa peringatan usia ke-500 tahun harus menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap sinergi yang terbangun di antara pemerintah, TNI, dan Polri ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.
“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga sinergi lintas sektor seperti ini penting untuk terus dipelihara dan ditingkatkan,” tegas Herman Hidayatullah.
Kegiatan gotong royong yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini melibatkan banyak pihak, mulai dari para lurah, staf kecamatan, hingga jajaran anggota TNI dan Polri. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam aksi tersebut menjadi simbol kesiapan kota dalam menyambut usia 500 tahun dengan kondisi lingkungan yang lebih bersih dan asri.
Gotong Royong sebagai Kebutuhan
Senada dengan hal tersebut, Wadanramil 1007-03/BBT, Kapten Inf A. Mulyadi, menekankan bahwa budaya gotong royong adalah warisan yang harus terus dijaga. Baginya, manfaat dari aksi kebersihan ini tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan dirasakan oleh masyarakat secara jangka panjang.
Kegiatan yang berlangsung dengan kondusif dan lancar hingga pukul 08.50 WITA ini diharapkan dapat memicu aksi serupa di wilayah lain di Banjarmasin. Dengan semangat tiga pilar, diharapkan seluruh fasilitas umum, terutama rumah ibadah, tetap terjaga kenyamanannya sebagai ruang bersama bagi seluruh warga dalam merayakan perjalanan panjang sejarah Kota Banjarmasin menuju usia ke-500 tahun.


