Kalselinside.com — Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, melakukan pemantauan langsung terhadap titik api kebakaran lahan yang melanda kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Jumat malam. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memetakan lokasi kebakaran guna memastikan operasi pemadaman berjalan lebih efektif dan efisien di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, pihak kepolisian mengandalkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi suhu panas yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Penggunaan teknologi ini sangat krusial, terutama karena drone tersebut mampu mendeteksi keberadaan bara api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah gambut, sehingga tim di lapangan dapat menentukan titik prioritas penanganan untuk keesokan harinya.
Efektivitas Teknologi Thermal dalam Deteksi Bara Api
Teknologi drone thermal yang diterbangkan pada ketinggian sekitar 70 meter memberikan visualisasi akurat melalui layar monitor di posko lapangan. Berdasarkan hasil pantauan tersebut, terdeteksi sejumlah titik panas di bawah permukaan tanah dengan suhu mencapai 200 hingga 300 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini menjadi indikasi kuat adanya bara api yang berpotensi memicu api kembali membesar jika tidak segera dipadamkan.
Selain mendeteksi titik panas, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan juga langsung memberikan instruksi kepada personel di lapangan untuk melakukan pemadaman terhadap titik-titik api yang masih terlihat di permukaan lahan. Langkah responsif ini diharapkan mampu menekan penyebaran api lebih luas di kawasan yang rawan kebakaran tersebut.
Metode Pemadaman dan Penanggulangan Lahan Gambut
Untuk menunjang kelancaran operasi, Polda Kalsel telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa kolam portabel bioflok dengan kapasitas masing-masing 12 ribu liter. Kolam-kolam ini berfungsi sebagai penampungan air cadangan yang siap digunakan kapan saja untuk proses pemadaman di area yang sulit dijangkau.
Air yang tersimpan di dalam kolam tersebut tidak hanya air biasa, melainkan telah dicampur dengan cairan surfaktan khusus bernama “Pyrox Presisi”. Cairan konsentrat ini merupakan inovasi yang diproduksi oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel yang dirancang khusus untuk memadamkan api pada lahan gambut secara lebih cepat dan menyeluruh.
Selain fokus pada pemadaman api di permukaan, pihak kepolisian juga menerapkan metode suntik gambut hingga kedalaman dua meter. Teknik ini bertujuan untuk mematikan bara api yang terjebak di dalam lapisan tanah agar suhu tanah segera dingin secara permanen. Kombinasi antara teknologi pengindraan jauh, material pemadam khusus, dan teknik lapangan yang terukur ini menjadi komitmen Polda Kalsel dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.


