Kalselinside.com — Upaya untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah di tingkat lokal terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat. Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) baru saja memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat pengering cacahan sampah plastik. Alat tersebut dirancang khusus untuk membantu operasional Bank Sampah Induk di Kota Banjarmasin agar proses pengolahan limbah menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penyerahan unit alat inovasi tersebut dilakukan secara resmi pada 18 September 2026. Alat ini merupakan hasil karya kolaboratif dari para dosen dan mahasiswa Poliban yang prihatin terhadap kendala teknis yang selama ini menghambat alur kerja di bank sampah. Selama ini, proses pengeringan sampah plastik yang masih basah seringkali memakan waktu lama, sehingga menghambat proses distribusi ke industri daur ulang.

Meningkatkan Efisiensi dan Nilai Ekonomi Limbah

Teguh Suprianto, selaku Ketua Tim Pengabdian Poliban, menjelaskan bahwa inovasi ini diciptakan untuk menjawab kebutuhan mendesak di lapangan. Dengan adanya teknologi pengering yang lebih cepat, para pengelola bank sampah tidak perlu lagi menunggu waktu lama untuk memastikan material plastik dalam kondisi kering sempurna sebelum dipasarkan kembali.

“Selama ini proses pengeringan cacahan plastik merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bank sampah. Dengan alat inovasi rancangan dosen dan mahasiswa Poliban ini, proses pengeringan menjadi lebih cepat,” ungkap Teguh Suprianto.

Kondisi cacahan plastik yang kering merupakan standar penting dalam industri daur ulang. Plastik yang terbebas dari kadar air memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan plastik yang masih basah. Oleh karena itu, kehadiran alat ini diharapkan mampu memberikan dampak positif secara finansial bagi Bank Sampah Induk Banjarmasin serta para nasabah yang terlibat.

Dukungan Terhadap Ekonomi Sirkular di Banjarmasin

Direktur Bank Sampah Induk Banjarmasin, Fathurrahman, menyambut baik bantuan teknologi tersebut. Ia menegaskan bahwa alat ini menjadi solusi konkret atas tantangan operasional yang sering ditemui. Peningkatan efisiensi dalam pengeringan tidak hanya mempercepat proses kerja, tetapi juga memperbaiki kualitas produk daur ulang yang dihasilkan oleh institusi tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Poliban. Alat pengering ini adalah salah satu solusi yang kami butuhkan. Dengan alat ini tentunya cacahan plastik menjadi lebih cepat kering yang lebih tinggi tentu akan meningkatkan kualitas daur ulang sampah plastik dari bank sampah kami dan mendukung ekonomi sirkular,” tutur Fathurrahman.

Sinergi antara akademisi dan pengelola bank sampah ini diharapkan dapat terus berlanjut. Tidak hanya terbatas pada pemberian alat, komitmen untuk memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama kedua pihak. Ke depannya, pemanfaatan teknologi sirkular seperti ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengelolaan sampah di wilayah lainnya, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan di Kota Banjarmasin.

Reporter / Penulis: Support it  |  Editor: Budi Santoso
Sumber: Dihimpun dari Berbagai Sumber