Kalselinside.com — Desa Warukin yang terletak di Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, resmi mengikuti tahap penjaringan Desa Berprestasi tingkat nasional tahun 2026. Penilaian ini diselenggarakan langsung oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa dari Kementerian Dalam Negeri untuk mengapresiasi tata kelola pemerintahan desa yang inovatif dan mandiri.
Dalam proses seleksi tersebut, Pemerintah Desa Warukin memaparkan berbagai program unggulan mulai dari digitalisasi pelayanan publik, pengelolaan keuangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Langkah ini menjadi bukti nyata bagaimana desa di daerah dapat berkembang pesat dengan memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai adat lokal.
Inovasi Smart Desa dan Digitalisasi Pelayanan
Kepala Desa Warukin, Dedy Ujang, bersama Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani, secara virtual mempresentasikan keunggulan wilayahnya di hadapan tim penilai nasional. Salah satu terobosan utama yang dipamerkan adalah penerapan konsep e-Government melalui aplikasi Smart Desa. Aplikasi ini mengintegrasikan seluruh data strategis desa untuk mendukung pelayanan harian warga yang lebih cepat dan efisien.
Melalui sistem digital ini, seluruh kebijakan pembangunan yang diambil oleh pemerintah desa didasarkan pada data yang akurat dan terkini. Hal ini meminimalkan kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan maupun pelaksanaan program pembangunan fisik di wilayah Desa Warukin.
“Pemdes Warukin telah menerapkan digitalisasi penyelenggaraan pemerintahan berupa Smart Desa untuk pengambilan kebijakan pembangunan yang sesuai data strategis,” jelas Kepala Desa Warukin, Dedy Ujang.
Selain unggul dalam hal teknologi informasi, Desa Warukin juga memiliki kekuatan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Jingah Bajalin. BUMDesa ini mengelola unit usaha peternakan ayam petelur yang kini memainkan peran penting dalam mendukung program nasional, yakni menjadi pemasok bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberagaman Adat dan Program Desa Cantik
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tabalong, Adityapula Nugraha, menambahkan bahwa keunikan Desa Warukin tidak hanya terletak pada aspek digitalisasi. Keberagaman adat dan budaya yang terpelihara dengan baik di desa adat ini memberikan nilai tambah yang signifikan, sehingga layak mewakili Provinsi Kalimantan Selatan di kancah nasional.
Keberhasilan Desa Warukin juga tidak lepas dari statusnya sebagai percontohan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Melalui program Satu Data Desa, seluruh perencanaan pembangunan didasarkan pada data statistik berbasis elektronik yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui data-data statistik berbasis elektronik yang diterapkan Desa Warukin menjadi bahan musyawarah pembangunan desa dan menjadi data pengambilan kebijakan,” tegas Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani.
Sebagai komitmen keberlanjutan, Pemerintah Kabupaten Tabalong menargetkan agar seluruh desa di wilayah “Bumi Saraba Kawa” dapat mengadopsi program Satu Data Desa pada tahun 2027 mendatang. Dinas Kominfo setempat pun telah diinstruksikan untuk mendampingi desa-desa lain agar bisa segera menerapkan sistem serupa secara bertahap mulai tahun ini.
Sesi wawancara dan penilaian virtual ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Tabalong Hj Desi Suryanti Noor Rifani, Camat Tanta Rofiq Aziddin, serta jajaran perangkat desa. Partisipasi Desa Warukin dalam ajang nasional ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain di Indonesia untuk terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


