Kalselinside.com — Bumi Perkemahan Bina Bamega Sei Belingkar di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, dipadati ratusan anggota kepramukaan tingkat pelajar. Sebanyak 409 peserta tercatat resmi mengikuti perhelatan Kemah Bakti Pelajar Tahun 2026 yang dirancang sebagai ruang pembinaan dan wadah silaturahmi antarpeserta didik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pertemuan skala kabupaten ini melibatkan puluhan pangkalan sekolah dan madrasah dari berbagai penjuru wilayah. Tidak hanya menjadi ajang berkumpul, kegiatan perkemahan ini diarahkan untuk membentuk kepribadian, ketangguhan mental, serta mempererat kebersamaan para pelajar di lingkungan alam terbuka.

Pendidikan Karakter dan Spirit Kepemimpinan

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kotabaru, H. Syairi Mukhlis, menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Kotabaru sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan sebuah amanah kehormatan. Kesempatan tersebut menjadi tanggung jawab besar guna menyediakan sarana edukasi karakter yang nyata bagi generasi muda penerus bangsa.

“Tema Tut Wuri Handayani menegaskan bahwa pemimpin sejati tidak selalu di depan, tapi juga mampu berada di tengah untuk membangun semangat dan di belakang untuk mendorong orang lain tumbuh menjadi lebih baik,” ujar H. Syairi Mukhlis.

Syairi Mukhlis membeberkan bahwa substansi utama berkemah jauh melampaui rutinitas mendirikan tenda semata. Hakikat perkemahan adalah proses pembelajaran hidup bersama secara berdampingan, melatih kemandirian pribadi, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta merawat toleransi atas keberagaman latar belakang.

Para pembina berharap para peserta tidak sekadar membawa pulang tanda kepesertaan atau atribut kegiatan saat kembali ke rumah masing-masing. Bekal pengalaman berharga, jalinan persahabatan baru, kedisiplinan diri, dan kecakapan menyelesaikan masalah secara bersama-sama menjadi nilai penting yang diharapkan melekat pada diri peserta.

Sebaran Peserta Melintasi 11 Kwartir Ranting

Ketua Pelaksana Kemah Bakti Pelajar 2026, H. Ahmad Fitriadi, memaparkan komposisi kepesertaan yang terlibat aktif. Secara keseluruhan, 409 peserta kepramukaan tersebut mewakili 21 institusi pendidikan yang mencakup Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga pondok pesantren dari 11 Kwartir Ranting di Kabupaten Kotabaru.

Kontingen peserta berdatangan dari berbagai penjuru kecamatan, baik kawasan pesisir, kepulauan, maupun pedalaman daratan. Wilayah ranting pengirim mencakup Pulau Laut Utara, Pulau Laut Tengah, Kelumpang Hilir, Pulau Sebuku, Kelumpang Hulu, Pamukan Selatan, Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Barat, Pulau Laut Kepulauan, Hampang, serta Pulau Laut Sigam.

Aktivitas GIAT BUPER dan Pengalaman Alam Terbuka

Seluruh agenda pelatihan dan dinamika kelompok selama perkemahan dirangkum dalam program komprehensif bernama GIAT BUPER. Program ini memadukan lima pilar aktivitas utama, yaitu Giat Bakti, Giat Umum, Giat Prestasi, Giat Edukasi, dan Giat Religi demi mendukung perkembangan sosial, fisik, dan spiritual para pelajar.

“Kegiatan ini menjadi ajang pembauran antarpeserta dari keberagaman wilayah untuk belajar gotong-royong, kreativitas, dan kerja sama, serta mengembalikan anak-anak untuk kembali belajar di alam dan dunia nyata melalui kepramukaan,” tutur H. Ahmad Fitriadi.

Pelaksanaan perkemahan di alam terbuka ini diharapkan mampu menjadi sarana efektif dalam mengasah kepedulian sosial pelajar, mempererat persaudaraan lintas daerah, serta membiasakan generasi muda Kotabaru untuk mempraktikkan nilai-nilai kepramukaan di kehidupan sehari-hari.