Kalselinside.com — Persijap Jepara memaksimalkan jeda kompetisi BRI Super League periode September dan Oktober 2026 untuk membenahi performa tim. Pelatih kepala Persijap Jepara, Mario Lemos, memfokuskan masa jeda ini untuk membangun chemistry yang lebih kuat di antara para pemain demi keluar dari situasi sulit di awal musim.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut belum meraih poin maksimal dari tiga pertandingan pembuka. Melalui persiapan yang matang selama jeda ini, jajaran pelatih berharap para pemain dapat memahami skema permainan yang diinginkan dengan lebih baik.

Evaluasi Performa dan Pentingnya Chemistry

Mario Lemos mengungkapkan bahwa pemahaman antarpemain di lapangan menjadi fokus utama yang harus segera diselesaikan. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, kekompakan tim akan sangat memengaruhi bagaimana strategi permainan dapat diterapkan secara efektif dalam pertandingan sesungguhnya.

“Sangat penting untuk membangun chemistry di antara para pemain agar mereka dapat memahami bagaimana kami ingin bermain,” ungkap Mario Lemos.

Persiapan intensif ini tidak hanya menyasar pada satu aspek permainan saja. Lemos menegaskan bahwa seluruh lini permainan Persijap Jepara memerlukan evaluasi menyeluruh, mulai dari sektor pertahanan, pola penyerangan, hingga proses transisi permainan yang cepat.

Tantangan Keluar dari Papan Bawah Klasemen

Kondisi Persijap Jepara saat ini memang sedang tidak diuntungkan. Laskar Kalinyamat berada di peringkat ke-16 klasemen sementara BRI Super League tanpa raihan poin dari tiga laga perdana. Mereka terpaut satu poin dari zona aman, yang membuat setiap pertandingan berikutnya menjadi sangat krusial.

Pada tiga laga awal, Persijap harus mengakui keunggulan lawan-lawannya setelah menelan kekalahan beruntun. Mereka takluk 0-2 dari Madura United, kalah tipis 0-1 dari Borneo FC, dan menyerah 1-2 saat berhadapan dengan Persib Bandung. Catatan minor ini yang melatarbelakangi pentingnya perbaikan komprehensif selama masa jeda kompetisi.

Fokus Pembenahan Menyeluruh dan Laga Selanjutnya

Menghadapi sisa musim kompetisi, peningkatan kualitas individu dan tim terus digenjot setiap hari. Mario Lemos menginginkan adanya progres yang nyata dari anak asuhnya agar mampu bersaing dengan kontestan liga lainnya yang memiliki kekuatan merata.

“Kami ingin meningkatkan semua aspek permainan kami, baik dalam bertahan, menyerang, maupun transisi. Setiap hari kami ingin menjadi lebih baik, baik secara individu maupun sebagai sebuah tim,” jelas Mario Lemos.

Setelah jeda kompetisi berakhir, ujian berat sudah menanti Persijap Jepara pada pekan keempat BRI Super League. Mereka dijadwalkan akan melakoni laga tandang yang menantang melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB.

Pertandingan tandang ini akan menjadi pembuktian awal sejauh mana efektivitas program pembenahan chemistry dan taktik yang telah dirancang Mario Lemos selama jeda kompetisi. Dukungan serta kerja keras seluruh elemen tim diharapkan mampu membawa Persijap Jepara meraih poin perdana mereka di musim ini.