Kalselinside.com — Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Sosial bergerak cepat menindaklanjuti kabar duka yang menimpa seorang tenaga pendidik di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan lewat kunjungan langsung ke kediaman keluarga seorang guru sekolah dasar yang telah berpulang ke rahmatullah beberapa waktu lalu. Perhatian khusus difokuskan pada pemenuhan hak dan kelangsungan hidup buah hati almarhumah yang masih berusia lima tahun.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kunjungan resmi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Eka Rahayu Normasari, pada Rabu sore. Kehadiran jajaran instansi sosial ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, yang meminta agar kondisi keluarga yang ditinggalkan segera dipantau secara langsung di lapangan.

Langkah Verifikasi Data Kesejahteraan Keluarga

Berdasarkan hasil pemantauan awal di lokasi, bocah lima tahun tersebut kini berada di bawah asuhan kakek dan neneknya. Anak tersebut diketahui telah menempuh pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini. Pemerintah memandang fase pertumbuhan ini memerlukan pendampingan berkelanjutan agar pendidikan sang anak tidak terputus di tengah jalan akibat musibah kehilangan orang tua.

Dinas Sosial Kota Banjarmasin menjelaskan bahwa penanganan tidak mencakup pengambilalihan pengasuhan, mengingat sang anak masih memiliki sanak keluarga kandung yang sah. Kendati demikian, intervensi pemerintah difokuskan pada penguatan ekonomi dan akses jaminan sosial pendidikan.

“Kami akan lakukan verifikasi ulang apakah dimungkinkan nantinya untuk membantu masuk dalam Program Indonesia Pintar. Kami akan memverifikasi desilnya, apakah dia termasuk desil yang layak untuk menerima bantuan atau tidak,” jelas Eka Rahayu Normasari.

Penelusuran status desil kesejahteraan menjadi tolok ukur krusial bagi pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran. Melalui pencocokan data desil tersebut, pihak dinas akan memetakan kelayakan keluarga sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar maupun Kartu Indonesia Pintar. Evaluasi administratif ini diharapkan membuka akses bantuan biaya sekolah agar sang anak dapat terus bersekolah tanpa terkendala keterbatasan finansial keluarga.

Apresiasi Lingkungan Warga dan Harapan Jangka Panjang

Kehadiran rombongan dinas sosial bersama aparatur tingkat kecamatan dan kelurahan mendapat sambutan hangat dari pengurus lingkungan setempat. Ketua RT 55, Abdul Hayat, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian jajaran pemerintah daerah yang terjun langsung melihat kondisi warganya yang sedang berduka.

“Kami sebagai masyarakat di sini mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang memperhatikan permasalahan warga kami,” tutur Abdul Hayat.

Abdul Hayat menerangkan bahwa kakek dan nenek yang kini merawat bocah yatim tersebut memiliki kondisi perekonomian yang pas-pasan. Keduanya sangat bergantung pada mata pencaharian tidak tetap atau kerja serabutan sehari-hari. Situasi rentan ini membuat pihak warga berharap program bantuan pemerintah dapat terwujud secara berkelanjutan.

Warga berharap kepedulian yang ditunjukkan Pemko Banjarmasin tidak sekadar menjadi bentuk belasungkawa sesaat di masa duka. Dukungan nyata berupa jaminan akses pembiayaan sekolah hingga jenjang yang lebih tinggi dinilai menjadi solusi fundamental untuk menjaga masa depan generasi penerus tersebut. Pendampingan menyeluruh ini menjadi bukti sinergi aparatur daerah dalam melindungi hak anak dan menjamin pemerataan kesejahteraan sosial bagi keluarga tenaga pengajar di Kota Banjarmasin.