Kalselinside.com — Pemerintah Kota Banjarmasin kini tengah berupaya memperkuat fondasi pendidikan generasi muda melalui kampanye intensif program wajib belajar satu tahun prasekolah. Inisiatif ini dijalankan sebagai langkah strategis agar setiap anak memiliki kesiapan mental dan akademik sebelum melangkah ke jenjang sekolah dasar. Program tersebut kini disosialisasikan secara merata hingga menyentuh level kecamatan dengan melibatkan peran aktif Bunda PAUD Kota Banjarmasin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kunjungannya ke Aula Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, menekankan bahwa usia emas atau masa pertumbuhan 0 hingga 6 tahun merupakan fase krusial dalam perkembangan anak. Menurutnya, pendampingan yang optimal pada rentang usia tersebut akan sangat menentukan kualitas karakter dan kecerdasan anak di masa depan. Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bersinergi dalam memberikan akses pendidikan prasekolah yang layak bagi seluruh anak di Banjarmasin.

Membangun Karakter Anak Sejak Dini

Neli Listriani menyatakan bahwa orang tua memiliki peran vital sebagai guru pertama bagi anak-anak mereka. Oleh karena itu, dukungan keluarga menjadi penentu keberhasilan tumbuh kembang anak sebelum mereka masuk ke sistem sekolah formal yang lebih terstruktur. Dengan mengikuti pendidikan prasekolah, anak-anak akan mendapatkan bekal kemampuan dasar yang membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah dasar nantinya.

“Kalau kita ingin melihat Banjarmasin memiliki generasi yang cerdas, sehat, mandiri dan berkarakter, maka fondasinya harus kita bangun sejak anak masih kecil,” ujar Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani.

Melalui kampanye ini, pemerintah daerah berharap para orang tua tidak lagi menunda persiapan pendidikan anak hanya sampai usia masuk sekolah dasar. Pendidikan prasekolah dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di tingkat selanjutnya. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan anak usia dini secara signifikan di wilayah Banjarmasin.