Kalselinside.com — Kota Bontang di Kalimantan Timur selama ini kerap diidentikkan dengan kawasan industri migas yang padat aktivitas. Namun, di balik geliat industrinya, wilayah pesisir Bontang menyimpan gugusan pulau eksotis dengan hamparan pasir putih, air laut yang jernih, serta pemandangan bawah laut yang memikat. Keindahan bentang alam ini menjadikan Bontang sebagai tujuan rekreasi bahari yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun pelancong dari luar daerah.
Gugusan pulau di perairan Bontang menawarkan karakteristik yang beragam, mulai dari pulau tak berpenghuni dengan fenomena alam unik hingga permukiman terapung tradisional masyarakat pesisir. Bagi para pelancong yang ingin melepas penat dan menikmati panorama laut biru berlatar suasana tropis, terdapat empat pulau utama yang dapat dijadikan destinasi perjalanan wisata di Bontang.
Fenomena Pasir Timbul di Pulau Segajah
Pulau Segajah berada di wilayah Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. Pulau ini tergolong mungil dengan luas daratan sekitar dua hektar. Keistimewaan utama Pulau Segajah terletak pada keberadaannya yang sangat bergantung pada pasang surut air laut.
Daratan pulau ini hanya muncul ke permukaan saat air laut sedang surut. Fenomena alam tersebut melatarbelakangi penamaan ‘Segajah’, yang merujuk pada istilah lokal ‘segajah air’ untuk menandai pulau yang timbul dan tenggelam mengikuti ritme air laut. Ketika surut, gundukan pasir putih halus membentang di tengah perairan biru Teluk Bontang layaknya oase terpencil.
Kondisi perairan di sekitar Pulau Segajah yang jernih menjadikannya lokasi ideal untuk aktivitas selam permukaan (snorkeling) maupun selam kedalaman (diving). Dari permukaan air yang bening, pengunjung dapat menyaksikan langsung hamparan terumbu karang alami yang dihuni beraneka ragam ikan hias, bintang laut, kima, serta bulu babi di perairan dangkal. Walaupun tidak berpenghuni, kawasan ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat sebagai area wisata bahari.
Pesona Mercusuar dan Sejarah Pulau Beras Basah
Berdasarkan catatan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Bontang, Pulau Beras Basah merupakan ikon wisata bahari andalan kota ini. Pulau dengan luas sekitar tiga hektar ini terletak sekitar 10 kilometer dari pesisir Bontang dan dapat ditempuh menggunakan transportasi laut.
Pulau Beras Basah menyuguhkan bentangan pasir putih dengan gradasi air laut berwarna biru hingga kehijauan. Daya tarik visual pulau ini semakin lengkap dengan keberadaan sebuah mercusuar tua di ujung daratan yang kerap dijadikan titik swafoto favorit bagi para pengunjung. Selain berfoto, wisatawan dapat mengisi waktu dengan berenang, snorkeling, dan menikmati keindahan panorama pesisir.
Nama Beras Basah berakar dari cerita rakyat setempat. Menurut hikayat yang dipercaya masyarakat, pulau ini dahulunya menjadi titik karamnya armada kapal dagang milik Kesultanan Kutai yang memuat komoditas beras. Seluruh muatan beras tersebut basah terendam air laut saat kapal kandas. Peristiwa itu kemudian diabadikan menjadi nama pulau hingga berkembang menjadi destinasi bahari terpopuler di Bontang saat ini.
Kehidupan Nelayan Tradisional di Pulau Selangan
Berbeda dari pulau wisata pada umumnya yang berfokus pada hamparan pantai pasir, Pulau Selangan menawarkan pesona permukiman nelayan di atas laut. Pulau yang berjarak tidak jauh dari pesisir Bontang Kuala ini dapat diakses menggunakan perahu nelayan.
Ciri khas utama Pulau Selangan terletak pada struktur bangunannya. Rumah-rumah warga didirikan di atas permukaan air laut dangkal dengan menggunakan tiang penyangga dari kayu ulin. Pola permukiman panggung ini membentuk satu kesatuan kampung apung yang kokoh dan tertata.
Sebagian besar penduduk Pulau Selangan menggantungkan hidup pada sektor kelautan melalui perikanan tangkap serta usaha budidaya rumput laut. Wisatawan yang singgah ke pulau ini dapat mengamati langsung ritme kehidupan masyarakat nelayan tradisional, menjadikannya pilihan menarik bagi pencinta wisata budaya dan kehidupan pesisir yang autentik.
Eksotisme Desa Tengah Laut di Pulau Tihi-tihi
Pulau Tihi-tihi terletak berdampingan dengan kawasan Pulau Selangan di perairan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara. Serupa dengan Selangan, Pulau Tihi-tihi merupakan sebuah desa terapung yang didirikan di atas perairan laut dangkal.
Letak permukiman yang terpisah sepenuhnya dari daratan utama membuat Pulau Tihi-tihi sering dijuluki sebagai desa di tengah laut. Mata pencaharian utama warganya berpusat pada penangkapan ikan serta budidaya rumput laut yang membentang di sekitar perairan desa.
Suasana perairan yang tenang menjadikan Pulau Tihi-tihi tempat yang tepat untuk beristirahat sambil mempelajari tradisi maritim lokal. Pengunjung dapat mengikuti tur edukasi seputar proses budidaya rumput laut, menyusuri lorong antarrumah apung menaiki perahu kecil, berinteraksi langsung dengan warga lokal, serta mendokumentasikan pemandangan unik desa terapung.
Rekomendasi Waktu Kunjungan
Keempat destinasi pulau tersebut membuktikan bahwa Bontang menyimpan kekayaan bahari yang melengkapi statusnya sebagai kota industri. Bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan ke gugusan pulau ini, pemilihan waktu berkunjung sangat disarankan saat cuaca cerah dan ombak laut sedang tenang agar perjalanan penyeberangan serta kegiatan di perairan dapat berlangsung aman dan nyaman.


