Kalselinside.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mengimbau seluruh jamaah haji tahun 2026 yang telah kembali ke kampung halaman untuk merefleksikan nilai-nilai ibadah ke dalam kehidupan sehari-hari. Kemabruran haji diharapkan tidak sekadar menjadi pencapaian spiritual personal, melainkan terwujud dalam bentuk kepedulian sosial, penguatan kerukunan, serta keteladanan nyata di tengah lingkungan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Harapan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli, saat menghadiri kegiatan pembinaan dan menyambut kepulangan para jamaah di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, pada Sabtu. Momentum kepulangan para tamu Allah ini dipandang sebagai awal baru untuk menyebarkan kebaikan dan mempererat jalinan persaudaraan antarwarga di daerah.

Menjaga Nilai Ibadah Melalui Tindakan Nyata

Dalam arahannya, HM Zazuli menekankan bahwa perjalanan spiritual selama berada di Tanah Suci hendaknya menjadi modal berharga dalam memberikan kontribusi positif bagi kemaslahatan lingkungan dan pembangunan daerah. Menurutnya, perubahan perilaku ke arah yang lebih baik merupakan indikator penting dari keberhasilan ibadah yang telah dijalani.

“Pembinaan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagaimana nilai-nilai kemabruran haji senantiasa terjaga dan dapat diwujudkan secara nyata,” ujar Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli.

Lebih lanjut, Zazuli memaparkan bahwa jamaah memiliki peluang besar untuk mengaplikasikan pengalaman keagamaan tersebut melalui pembiasaan ibadah rutin, keterlibatan dalam kegiatan sosial, serta sikap saling menghargai. Rasa persaudaraan dan kesetaraan yang dirasakan ketika beribadah bersama jutaan umat Islam di Tanah Suci semestinya diterapkan guna merawat persatuan dan menciptakan suasana damai di Kabupaten Tanah Laut.

Memakmurkan Rumah Ibadah dan Menjadi Teladan

Selain aksi kepedulian sosial, pemerintah daerah juga mendorong para jamaah untuk kembali aktif memakmurkan sarana ibadah di lingkungan masing-masing, seperti masjid, mushala, hingga majelis taklim. Keterlibatan aktif ini dinilai menjadi bagian tak terpisahkan dari keberlanjutan pembinaan keagamaan pascamenunaikan rukun Islam kelima.

Zazuli turut menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah yang tiba dalam keadaan selamat dan sehat. Kehadiran mereka kembali di tengah keluarga diharapkan membawa atmosfer keteduhan serta dorongan moral baru dalam kehidupan bermasyarakat.

Evaluasi Penyelenggaraan dan Dampak Positif

Kegiatan pembinaan pascakedatangan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai forum evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026. Evaluasi berkala tersebut ditujukan agar tata kelola dan pelayanan pelaksanaan ibadah haji pada musim berikutnya dapat berjalan semakin baik dan teratur.

Pemerintah daerah berharap para jamaah terus tampil sebagai figur teladan, baik bagi keluarga maupun warga sekitar. Hal ini bisa dibuktikan melalui kepekaan terhadap kebutuhan sesama yang membutuhkan bantuan serta konsistensi dalam menjaga kerukunan.

Dengan perubahan perilaku yang konsisten dari para jamaah haji, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut optimistis kehidupan masyarakat akan berkembang menjadi semakin harmonis dan religius, sehingga kemabruran haji benar-benar memberi manfaat luas bagi sesama.