Kalselinside.com — Tim SAR gabungan di bawah komando Kantor SAR Kelas A Banjarmasin saat ini masih menantikan realisasi operasi pengangkatan bangkai kapal atau salvage terhadap Kapal Virgo Transport 8. Langkah ini menjadi krusial mengingat terdapat dugaan kuat bahwa sejumlah korban yang hilang masih terjebak di dalam badan kapal yang terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hingga saat ini, upaya penyelaman oleh tim penyelamat telah dihentikan sementara karena keterbatasan akses untuk menjangkau bagian dalam kapal yang terbalik. Fokus utama tim SAR saat ini beralih pada proses pengangkatan bangkai kapal agar evakuasi terhadap sisa penumpang yang belum ditemukan dapat dilakukan secara optimal.

Harapan Segera Dilakukannya Operasi Salvage

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa kewenangan teknis mengenai pengangkatan bangkai kapal sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab pihak agen pelayaran, yakni PT Virgo Karya Shipping. Pihak SAR sangat berharap agar pemilik kapal segera merealisasikan janji operasi tersebut demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.

“Upaya penyelaman telah dihentikan maka kami masih menunggu kapal bisa diangkat,” ujar Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana.

Selain menunggu proses pengangkatan, tim SAR juga terus melakukan perluasan area penyisiran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan jasad korban yang terbawa arus laut hingga mencapai bibir pantai di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat. Seluruh potensi SAR telah dikerahkan untuk memastikan pencarian dilakukan secara menyeluruh.

Kronologi dan Data Terkini Pencarian Korban

Insiden nahas yang menimpa Kapal Virgo terjadi pada 13 September 2026 di Laut Jawa. Data resmi mencatat kapal tersebut mengangkut total 243 orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal. Sejauh ini, tim gabungan telah berhasil menemukan 190 orang, dengan rincian 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 82 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Hingga keterangan ini disampaikan, masih terdapat 53 orang yang masuk dalam daftar pencarian. Pihak otoritas terus berkoordinasi dengan agen kapal agar proses evakuasi sisa korban dapat segera dituntaskan. Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar dan memantau informasi resmi terkait perkembangan operasi pencarian di wilayah perairan tersebut.