Kalselinside.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin menyelenggarakan Lokakarya Perempuan dan Keluarga sebagai langkah nyata untuk menekan angka kekerasan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, dengan didampingi oleh Kepala DP3A Banjarmasin, Muhammad Ramadhan.
Lokakarya ini bertujuan untuk membekali kaum perempuan agar mampu mengenali potensi besar dalam diri mereka. Dengan pemahaman yang baik mengenai hak dan kekuatannya, perempuan diharapkan tidak lagi menjadi korban pasif, melainkan mampu mengambil tindakan tegas saat menghadapi situasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Mendorong Keberanian Perempuan untuk Melapor
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjarmasin menekankan pentingnya keberanian bagi para korban kekerasan untuk bersuara. Keberanian untuk melaporkan tindakan kekerasan merupakan langkah awal yang sangat krusial agar korban bisa segera mendapatkan penanganan dan perlindungan hukum yang tepat dari pihak berwenang.
“Perempuan hendaknya melihat seluruh potensi dirinya, menghadapi kekerasan dalam rumah tangga. Perempuan jangan takut untuk melaporkan kasus kekerasan tersebut,” tutur Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda.
Acara lokakarya ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai organisasi perempuan yang aktif di Kota Banjarmasin. Beberapa di antaranya yang turut serta adalah Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Seluruh organisasi yang berpartisipasi ini berada di bawah pembinaan langsung Ketua TP PKK Kota Banjarmasin.
Menjadi Pelopor dan Pelapor di Tengah Masyarakat
Kepala DP3A Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, menjelaskan bahwa keterlibatan organisasi perempuan sangat penting untuk menyebarluaskan pesan anti-kekerasan secara masif. Melalui wadah ini, mereka diharapkan dapat mengemban peran ganda, yaitu sebagai pelopor pencegahan kekerasan sekaligus pelapor aktif jika menemukan indikasi kekerasan terhadap perempuan maupun anak-anak di lingkungan mereka.
“Lokakarya mampu memaksimalkan kualitas hidup perempuan, agar semakin berdaya melindungi dirinya dan orang disekitarnya,” jelas Kepala DP3A Banjarmasin, Muhammad Ramadhan.
Dengan adanya edukasi dan peningkatan kesadaran ini, DP3A Banjarmasin optimis angka kekerasan dalam keluarga dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang aman, sehingga Kota Banjarmasin dapat terwujud menjadi kota yang benar-benar ramah terhadap perempuan dan anak.


